Urutan Membangun Rumah Minimalis Lantai 2 yang Wajib Diketahui

Walaupun proses pembangunan rumah kini diserahkan sepenuhnya kepada jasa kontraktor, bukan berarti kita lepas tangan begitu saja. Kita pun wajib tahu prosesnya. Apalagi pembangunan rumah yang memiliki 2 lantai. Biaya yang dihabiskan lebih besar daripada yang satu lantai. Jika proses pembangunannya kurang memuaskan, maka sudah pasti hasilnya tidak akan sesuai dengan keinginan kita. Untuk itulah membangun rumah haruslah kita pahami perencanaannya dan proses pembangunannya.


Keinginan untuk memiliki rumah pun terus dimaksimalkan. Walaupun hidup di tengah jaman yang serba mahal, maka keinginan untuk memiliki rumah yang berlantai 2 adalah hal yang bisa diperjuangkan. Tidak perlu takut biaya mahal, yang penting adalah kenyamanannya. Kalaupun tidak langsung memiliki rumah dengan lantai 2, melainkan bisa membangun lantai 1. Kemudian baru ditambah satu lantai lagi. Jadi bisa dibangun secara bertahap, atau disebut dengan sistem Tumbuh.

Berikut adalah cara membangun rumah berlantai 2 dengan Sistem Tumbuh :
1.      Pembersihan lahan yang akan digunakan untuk membangun rumah. Pastikan sudah siap untuk dibanguni rumah
2.      Memasang patokan atau bouw plank sebagai batas peletakan pondasi rumah, sehingga para kontraktor akan lebih mudah untuk memulai membuat pondasi sebagai batas bangunan.
3.      Membuat galian kedua sebagai peletakkan pondasi cakar ayam. Pondasi ini penting sebagai pondasi terkuat dari rumah karena akan dibangunnya 2 lantai nantinya. Galian itu akan dipasangi besi pencakar ayam dan kemudian di cor.
4.      Galian kedua kemudian sebagai pemasangan pondasi batu kali.
5.      Masih dengan galian kedua, juga dilakukan pemasangan balok dan bekisting slof lalu di cor.
6.      Setelah pondasi sudah dicor semua, maka tahapan selanjutnya adalah mengurugnya dengan tanah setinggi lantai rumah yang diinginkan.
7.      Dibuatlah kerangka dinding untuk kemudian dipasangi batu bata sesuai tinggi dinding yang diinginkan. Selama proses penataan batu bata, juga  membuat lubang pintu dan jendela.
8.      Setelah dinding selesai dan telah mengelilingi rumah sesuai dengan pondasi yang dibuat, maka tahap selanjutnya adalah pemasangan bekisting sekaligus pengecorannya.
9.      Dinding selesai. Kini waktunya adalah membuat lantai dengan memasang besi scaffolding, balok, plat lantai, dan mengecornya.
10.  Bagian atap rumah tidak menggunakan genteng, untuk itu kemudian dipasangi atap baja ringan.
11.  Membuat struktur tangga di dalam rumah.  Tepatnya di bagian tengah rumah.
12.  Pembangunan lantai 2 pun bisa dimulai. Namun sebelumnya jangan lupa untuk memasang instalasi listrik, air, dan juga pembuangan.
13.  Baru kemudian melakukan pengecoran plat baja ringan yang sudah dijadikan atap tadi.
14.  Kemudian dilanjutkan dengan mengecat dinding dan atap agar seperti rumah yang utuh.
15.  Setelah selesai, baru pemasangan jendela dan pintu.
16.  Membuat pantai keramik bisa menjadi tahapan selanjutnya. Ini dilakukan untuk semua ruangan di rumah.

Sampai tahap ini lantai 1 sudah selesai. Kemudian bisa dilanjutkan dengan lantai kedua suatu saat nanti. Tidak harus cepat-cepat karena rumah sudah bisa dihuni seperti rumah biasa.

Jika sudah memiliki biaya cukup, maka tahapan untuk membangun lantai 2 pun bisa dilanjutkan.

Pada dasarnya sama tahapannya dengan membuat lantai 1. Malah lebih mudah, karena tinggal membangun dinding dan membuat atap saja. Pembuatan dinding pun masih tetap menggunakan kerangka. Lalu ditambah dengan pembuatan atap.


Dengan membangun rumah berlantai 2, kita akan lebih leluasa untuk bergerak. Apalagi dengan gaya rumah minimalis, maka dengan membangun rumah berlantai 2 akan sangat memudahkan.